Perkuat Wawasan Lingkungan Berbasis Teologi, STITMA Yogyakarta Berpartisipasi dalam Seminar Internasional “The Transformation of Eco Theology Education”

Bantul, 21 Januari 2026 – Menjawab tantangan global mengenai krisis lingkungan dan urgensi pendidikan berkelanjutan, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta bersama Global Interfaith University dan INISNU Temanggung sukses menyelenggarakan International Seminar bertajuk “The Transformation of Eco Theology Education”. Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 19 Januari 2026 ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, termasuk para dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Seminar internasional ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penandatanganan MoU internasional dan nasional antarberbagai perguruan tinggi, menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan riset dan pendidikan kolaboratif. Dalam pelaksanaannya, acara ini juga melibatkan mitra lain seperti Akper Alkautsar, UNUGHA Cilacap, STAI Wali Sembilan Semarang, Undaris Semarang, IIM Surakarta, STITMA Yogyakarta, STIK Kendal, dan STAI Brebes.

Acara dibuka pada pukul 10.30 WIB dengan sambutan hangat dari Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, S.Pd.I., M.Pd., serta Wakil Rektor II Bidang Kerjasama, Riset, dan Inovasi INISNU Temanggung, Dr. Husna Nashihin, M.Pd.I.. Keduanya menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai teologis dengan kesadaran ekologis untuk membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.

Tampilan layar presentasi Bapak Masruri, S.Ag., M.Si., Wakil Rektor III UNUGHA Cilacap, yang memaparkan tentang Transformasi Pendidikan Eko-Teologi.

Sesi presentasi diawali dengan paparan dari Bapak Masruri, S.Ag., M.Si., Wakil Rektor III UNUGHA Cilacap, yang mengulas mengenai “Transformasi Pendidikan Eko-Teologi”. Dalam paparannya, beliau menyoroti bagaimana pendidikan harus mampu melahirkan individu yang tidak hanya cerdas spiritual, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Salah satu sesi inti yang menarik perhatian adalah presentasi dari Dr. Agustiar, Lc., M.H., dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta, Indonesia. Beliau memaparkan materi berjudul “Trust-Based Curriculum: Islamic Ecotheology as a Foundation for The Transformation of Global Sustainable Education”.

Tampilan slide presentasi Dr. Agustiar, Lc., M.H., yang membahas Kurikulum Berbasis Kepercayaan dalam konteks Eko-Teologi Islam.

Dalam paparannya, Dr. Agustiar menjelaskan bagaimana kurikulum berbasis kepercayaan, khususnya dalam konteks Islam, dapat menjadi landasan kuat untuk mentransformasi pendidikan global menuju keberlanjutan. Gagasan ini mendorong pendidikan agar tidak hanya berfokus pada ilmu pengetahuan murni, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual yang mendorong kepedulian terhadap alam.

Seminar ini juga menghadirkan pembahasan kritis mengenai isu lingkungan aktual. Salah satu sesi menyoroti “Deforestation in Indonesia: A Decade of Structural Crisis”, yang memaparkan data-data mengkhawatirkan tentang laju deforestasi di Indonesia.

Data menunjukkan bahwa deforestasi bersih di Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 175.400 hektar, dengan sekitar 32 juta hektar tutupan pohon hilang antara tahun 2001 hingga 2024 berdasarkan data Global Forest Watch. Pembahasan ini menggarisbawahi pentingnya peran pendidikan dan kesadaran teologis dalam menanggulangi krisis lingkungan.

Acara berlangsung meriah dan interaktif, dengan partisipasi aktif dari para dosen dan perwakilan mitra perguruan tinggi yang hadir secara daring di lokasi penyelenggara. Mereka mengikuti setiap sesi dengan antusias, tampak berdiskusi dan mencatat poin-poin penting dari setiap presentasi.

Partisipasi Prodi PAI STIT Madani Yogyakarta dalam seminar ini menegaskan komitmen program studi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan isu-isu kontemporer, khususnya dalam bidang lingkungan dan teologi. Diharapkan, wawasan yang diperoleh dari seminar ini dapat memperkaya kurikulum dan mendorong lahirnya penelitian inovatif di  Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta yang berkontribusi pada solusi permasalahan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *