Perkuat Mutu Akademik Berbasis Pesantren, Prodi PAI STIT Madani Gelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kurikulum

YOGYAKARTA – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMA) Yogyakarta kembali menggelar Rapat Koordinasi dan Konsorsium Dosen. Agenda utama pertemuan ini menyoroti strategi besar institusi dalam menyelaraskan dua kekuatan utama: nilai luhur kepesantrenan (Khittoh Yayasan) dan standar mutu akademik perguruan tinggi (Tri Dharma).

Ketua Program Studi PAI, Qiyadah Rabbaniyah, M.Pd.I, dalam arahannya menekankan bahwa dosen di lingkungan STITMA memiliki peran ganda yang strategis. Tidak hanya sebagai pengajar ilmu, tetapi juga sebagai qudwah (teladan) dalam membentuk karakter mahasiswa.

“Integrasi adalah kunci. Dosen harus mampu menjadi jembatan antara budaya pesantren yang sarat adab dengan budaya kampus yang kritis dan ilmiah,” ungkap Kaprodi PAI tersebut.

Transformasi Riset dan Kompetensi Digital Salah satu sorotan utama dalam rapat ini adalah peningkatan kualitas tugas akhir mahasiswa. Mengemuka dalam diskusi, usulan dari dosen Roidah Lina mengenai perlunya upgrade kemampuan riset mahasiswa maupun dosen. Penggunaan alat bantu (tools) penelitian modern, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara etis, didorong untuk diterapkan guna mempercepat penyelesaian skripsi yang berkualitas, baik kualitatif maupun kuantitatif.

Hal ini juga merespons evaluasi dari Dr. Agustiar terkait kemampuan problem solving mahasiswa yang perlu ditingkatkan agar proses penyelesaian studi tidak melambat di semester akhir.

Penguatan Pedagogik Calon Guru Menyadari bahwa output utama Prodi PAI adalah calon pendidik, aspek pedagogik (kemampuan mengajar) menjadi perhatian serius. Bapak Sukri Adnan Sangaji, M.Si., menegaskan bahwa standar kelulusan mahasiswa dalam bidang pedagogik tidak bisa ditawar.

“Jangan sampai mahasiswa kita lulus dengan kemampuan mengajar yang minim,” tegasnya. Sejalan dengan hal tersebut, Ibu Widyaningtyas Kusumawardani, M.Pd., mengusulkan agar mata kuliah Microteaching diperkuat dengan melibatkan lebih banyak dosen pembimbing sebagai saringan ketat sebelum mahasiswa terjun ke Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Penataan SDM dan Kurikulum Berbasis Keahlian Di sisi pengembangan sumber daya manusia, Bapak Suhartono, M.S.I., memaparkan rencana strategis penataan mata kuliah yang linear dengan keahlian (S3) dosen. Hal ini bertujuan untuk percepatan kenaikan jabatan fungsional menuju Lektor Kepala, seiring dengan dimulainya sistem penilaian kinerja dosen berbasis Tri Dharma oleh Yayasan.

Selain itu, sinkronisasi kurikulum dengan visi Yayasan (Pesantren) juga terus digodok, sebagaimana disampaikan oleh Bapak Widiyanto dan Bapak Azis. Review kurikulum tahunan dan pelatihan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang terstandar menjadi agenda prioritas dalam waktu dekat.

Melalui konsorsium ini, Prodi PAI STIT Madani menegaskan komitmennya untuk mencetak sarjana pendidikan Islam yang tidak hanya kompeten secara intelektual dan digital, tetapi juga kokoh memegang teguh nilai-nilai Rabbaniyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *